Haii semuanya,
semoga selalu dalam keadaan baik dan menjadi support system bagi sekeliling kalian.
Nah kesempatan kali
ini aku lagi pengen sharing sedikit mengenai
ceritaku 2 pekan terakhir ini.
Jadi selama hampir
2 sampai 3 pekan ini aku itu lagi banyak banget pikiran mengenai
tanggungjawabku dalam Tugas Akhir, dimana melihat sebagian teman-temanku sudah
melangkahkan semangat dan pikirannya untuk conclusion.
Sedangkan aku masih harus mondar-mandir karena syarat pengajuan penelitian
selalu masih kurang, nelpon ke instansi tapi dialihkan ke beda-beda bagian,
sampai search di google dengan key words yang
mulai gak wajar. Hal ini cukup membuatku ngedown banget beneran, mereka sudah
mulai mengerjakan pembahasan tapi aku? data saja belum punya, memang salahku
juga tidak benar-benar memastikan semua data benar-benar bisa ku peroleh, dan hanya
modal sampling. Pernah disatu waktu
aku pergi ke instansi daerah X karena datanya tidak bisa ku akses melalui internet, ku kira semua proses akan sama
seperti instansi yang lain. Ternyata instansi tersebut memiliki regulasi yang
cukup tertata sehingga segala syarat pengajuanku kurang semua. Diwaktu yang
bersamaan ternyata surat penelitian yang diberikan oleh kampusku juga ada
kesalahan judul, jadi surat tersebut sudah gak valid lagi. Ya ini lagi-lagi
keteledoran adalah aku, padahal aku ke instansi tersebut juga hujan-hujannan. Bayangin
ke instansi pake bawahan basah dan airnya masih netes-netes dan basahin ubin, malah
dikira habis pipis sama pegawainya.
Segala penolakan
dihari itu memang menjadi tamparan keras buat ku, terutama keadaan yang tidak
bisa kuajak kerjasama, dan diriku juga yang kurang bisa diajak kerjasama. Sebenarnya penolakan akan hal tersebut memang wajar, tapi entah kenapa bagiku saat itu sulit ku terima dengan lapang. Entah
karena berkecil hati atau memang sedang kecewa yang mendalam aku pulang dalam
keadaan nangis, padahal itu dijalan raya. Dilampu merah hanya diem mandang traffic light sambil nangis. Untung
nangisnya gak pake cegukan, jadi gak banyak orang yang tau. Selama hampir sejam
dijalan aku nangis-nangis sama ngomong-ngomong gajelas sendiri berharap gaada pengendara
lain yang tau. Nah disitu aku sadar, sepertinya hubunganku sama Allah memang
sedang tidak baik-baik saja. Sepertinya aku terlalu angkuh untuk berkeluh kesah
denganNYA. Sepertinya aku berbeda dengan diriku-diriku sebelumnya, Dan aku tau aku sedang kehilangan diriku sendiri.
Aku cukup
tersadar kembali setelah hal itu, dan yang ku yakini aku hanya harus berusaha
dan berserah. Aku berharap Allah menolongku sebelum aku menyerah. Akhirnya aku
menemukan pertolongan itu melalui teman seangkatanku dan kakak tingkatku yang sudah bekerja serta kakak
tingkat yang akan wisuda gelar magisternya. Mereka yang
memiliki kepedulian luar biasa dengan ku. Ternyata mereka memiliki beberapa
data yang ku butuhkan dan bahkan aku gak pernah berfikir kalau merekalah yang
akan membantuku. Diluar hal itu muncul Pertanyaan,
“Kenapa tidak kemarin-kemarin saja aku bertemu dengan mereka?”. Lagi-lagi Allah
memang pembuat scenario yang epic, Allah
ingin aku kecewa dan sadar bahwa aku hanya bisa bergantung kepada-Nya. Allah
juga mengirimiku penolong dengan karakter yang membuatku jatuh cinta dengan
mereka. Bagaimana bisa mereka menolongku dengan sangat baik dan meluangkan
waktu serta pikiran hanya untuk membantuku. Bahkan terselip dibenak mereka
untuk menerima dibalas budi saja tidak, mereka bahkan juga tidak melihat apakah
aku adalah teman dekat mereka atau bukan, berkontribusi bagi mereka atau tidak. Aku hanya melihat dari sikap mereka yang mengatakan "Aku ingin berbuat kebaikan dan berguna bagi sekelilingku", sikap merekalah yang membuatku jatuh cinta tiada hentinya.
Mungkin saat ini
diantara kalian ada yang sedang kecewa, entah kecewa dengan orang lain atau
kecewa dengan diri kalian sendiri. Tapi yang pasti Allah hanya ingin mengirimi
kalian penolong dari arah dan waktu yang tidak disangka, dan tersadar bahwa
tidak ada tempat lain selain Allah untuk berharap. Semangat untuk selalu
positif terhadap segala kekecewaan. Karena patah akan menumbuhkan tegak, sakit
menumbuhkan kuat dan syukur menumbuhkan lega.
Tawangsari, 30
April 2019

Pingkan, memang benar terkdang kita terlalu sombong untuk mengira bahwa kita bisa sendiri dengan cara menyepelakan hal hal kecil, kadang juga kita terlalu angkuh hingga lupa bahwa semuanya tak lepas dari ridho gusti allah. Semuanga pasti berlalu pingkan pasrahkan semuanya kepada yang maha kuasa. Aku yakin kamu bisa dengan semua tekanan tekanan yg ada di dihidupmu itu. Semangat
BalasHapusTerimakasih atas semangatnya ๐
HapusSebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Niatkan semua karenaNya. Yakinlah,pertolongan Allah itu sangat dekat dek, bahkan di saat kita hampir putus asa๐ Tetap semangat๐๐
BalasHapusKarena sebegitu dekatnya saya sampai lupa mbak.
HapusTerimakasih atas semangat dan bantuannya ya mbak:)
Semangaat, adek.. Semoga Allah beri kekuatan melewati tugas akhir..
BalasHapusSelalu ingat QS. Al-Insyirah ayat 5 dan 6
"Karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan."
Iya mbak, terlalu suudzon sama Allah mbak.
HapusTerimakasih atas bimbingan dan bantuannya mbak:)