Bulan purnama sudah hampir menunjukkan dirinya, saatnya bagiku untuk menunjukkan diri juga.
Lama tidak muncul kembali, sepertinya memang hobiku adalah datang dan pergi, apapun itu semoga ketidakkonsisten ini bisa sedikit menemani segala keadaan yang sedang kamu rasakan.
Bagaimana keadaanmu sekarang?
Kali ini aku kembali untuk membagi resah yang sedang aku rasakan beberapa minggu terakhir.
Setiap manusia memang memiliki keresahan masing-masing, dan hal yang aku resahkan saat ini ialah aku seperti kehilangan diriku yang dulu. Aku seperti bukan diriku yang dulu namun aku tidak bisa mengatakan kalau aku adalah diriku yang baru.
Aku rasa, aku menemukan kenyamanan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya, aku mulai tidak memperhatikan banyak hal. Aku mulai memperdulikan hal-hal yang sekiranya memang harus aku perdulikan.
Dahulu, rasanya aku terlalu banyak memperhatikan kehidupan orang lain, terlalu mengelu-elu kan kehidpan orang lain, dan mungkin juga aku kurang menghargai diriku sendiri. Dahulu juga, aku terlalu sibuk memikirkan bagaimana caranya agar aku bahagia, sampai aku tidak tahu kebahagiaan seperti apa yang memang aku butuhkan.
Beberapa bulan terakhir aku berlatih untuk mengurangi melihat kehidupan orang lain, mengurangi untuk tidak terlalu dilihat orang lain, tidak menekan diriku terlalu dalam dan mencoba untuk menjalani kehidupan dengan berfokus pada diri sendiri terlebih dahulu. Kenapa? Karena aku sudah cukup lelah untuk mengutamakan orang lain dan terlalu sering menjahati diriku sendiri. Itulah alasanku dulu.
Seiring berjalannya waktu, aku merasa cukup nyaman ketika tidak terlalu melihat kehidupan orang lain, aku mengurangi intensitas ku melihat story socmed oranglain, karena aku cukup menyadari aku hanya manusia biasa, yang terkadang merasa iri akan kehidupan orang lain, lebih tepatnya aku takut jika aku membandingkannya lagi dengan beberapa mimpiku yang belum terselesaikan.
Saat itu pula aku tidak ingin diriku terlalu dilihat oleh dunia luar, aku tidak ingin berkabar dengan meraka yang sudah lama tak berjumpa denganku, karena aku hanya tidak ingin mereka mempertanyakan atas mimpiku lagi. Sepertinya mereka juga tidak akan mempertanyakan itu juga, hanya otakku yang mebuat-buat pikiran seperti itu.
Lama-lama aku cukup bisa memaafkan diriku sendiri, mulai memperhatikan apa yang membuatku nyaman dan merasa lebih baik. Karena hal itu yang membahagiakan ku secara tidak langsung. Aku mulai mengurangi memikirkan perkataan oranglain yang bahkan mereka tidak tahu hal apa yang sedang aku resahkan. Mungkin bisa dianggap aku menutup diri dengan oranglain, jarang berkomunikasi dengan oranglain baik langsung maupun via socmed. Aku hanya menjadikan pandemi ini sebagai alasan agar aku bisa menghindari untuk bersosialisasi dengan orang lain. Karena bagiku, terkadang bersosialisai itu melelahkan. Meskipun melelahkan aku juga masih memerlukan.
Aku sudah puas menutup dan menyalahakan diri atas segala mimpi itu, aku tidak ingin menjadi jahat bagi diriku sendiri maupun orang lain. Setidaknya aku ingin menjadi manusia yang cukup berguna meskipun ada mimpi-mimpiku yang masih menggantung diujung langit.
Tidak apa merasa marah dengan diri sendiri, tapi jangan terlalu lama. Kamu hanya akan semakin terpuruk. Cobalah sedikit mengalah dengan keadaan dan mulai menata diri atas mimpi yang masih berserakan. Coba sedikit demi sedikit maafkan dirimu, biarkan jiwamu melangkah lagi, biarkan untuk berlari lagi, jika terjatuh lagi maafkan. Bukankah wajar jika kamu berlari lalu terjatuh? Kamu hanya belum terbiasa, itu sebabnya ketika kamu terjatuh tapi malah mati-matian menyalahkan dirimu sendiri.
Jika kamu sedang merasakan ini, lekas maafkan diri dan mimpimu. Mereka tidak salah, kita yang belum terbiasa memaafkan, kita yang perlu berlatih dengan keadaan, diri kita sendiri yang perlu kita atur untuk terus melangkah, jika lelah maka rehat akan menyembuhkan perlahan. Percayalah, aku menemanimu.
Sepertinya ceritaku kali ini cukup panjang, maaf aku mencuri waktu mu untuk berada diruang kisahku. Mungkin esok aku akan mencuri waktumu kembali.
Sukoharjo, 31 Agustus 2020
Nice...
BalasHapus