Aku menjelang luka kembali
Aku bergerak mendekati patah
Ego datang lebih rutin
Raga merancu sendirinya
Jiwa meronta layaknya tak ingin di pasung
Lalu hati malah bersimpul manja
Seperti menemukan peraduan yang sempat hilang
Apakah peraduan hatiku adalah luka?
Bukan
Peraduan hatiku adalah pemilik luka
Pemilik yang meninggalkan luka di kehidupanku
Terimakasih sudah menitipkan lukamu padaku
Kamu meninggalkan tanpa belas kasih
Tak apa, sudah ku rawat luka
Agar ia tumbuh menjadi senyum terbaik di setiap sapa ku.
Sukoharjo, 9 April 2020
Ngena bgt isinya :)
BalasHapus