Namaku Pingkan.
Saat ini aku masih kuliah dan sedang menyusun Tugas akhir yang bisa dianggap sebagai ujung tombak perjuanganku selama beberapa tahun terakhir.
Semakin kesini aku semakin banyak bertanya dengan diriku sendiri, apa sebenarnya yang sedang aku lakukan? Apa yang sebenarnya aku inginkan?.
Semakin banyak aku bertanya semakin aku mulai meragukan diriku sendiri.
Namun aku pernah mendapat wejangan dari seseorang, jangan sampai masalah yang seharusnya aku hadapi dimasa depan kubebankan dimasa sekarang. Bukan berarti aku tidak perlu menyiapkan diri untuk masa depan, tetapi jangan sampai aku mengkhawatirkan secara berlebihan apa yang akan terjadi padaku dimasa depan padahal ada hal yang seharusnya aku hadapi dimasa sekarang.
Sepertinya aku memang maembutuhkan cerita lain dari mereka yang seusia ku agar aku tahu bagimana perasaan mereka saat ini? Apa yang akhir-akhir ini mereka pikirkan? terlebih agar aku merasa kalau aku tidak sendirian. Dari banyaknya cerita, baik laki-laki atau perempuan, aku cukup bisa menyimpulkan sepertinya usia ku memang usia-usia dimana ngerasa aku kok gini-gini aja ya. Merasa kurang percaya diri atas apa yang dimiliki dan mulai mengkhawatirkan apa yang terjadi selanjutnya. Banyak juga yang merasa, ingin mengubah diri menjadi seseorang yang lebih produktif tapi susah dalam melawan malas atau mager. Sama, aku pun juga. Aku bahkan sampai lelah dengan keluhanku sendiri, karena keluhanku tidak berubah dengan konteks yang sama.
Sebegitu lelahnya aku bertanya dan tak menemukan jawaban, aku sepertinya harus mencoba untuk mengikuti logika ku. Yakni aku harus berjalan!. Aku harus mengabaikan pergulatan perasaan yang terjadi dan mengabaikan keinginan yang sebenarnya hanya merugikanku. Setelah ku coba, aku menemukan satu dari sekian banyak jawaban dari pertanyaanku. Yakni aku harus melangkah dan menghadapinya, melawan ketakutan dan kekhawatiran yang aku ciptakan sendiri. Aku harus menjadi tangguh seperti mereka yang berjuangan dengan usaha yang melebihi ku. Mungkin wejangan yang ku terima sebelumnya ada benarnya, aku hanya perlu menghadapinya tanpa mengkhawatirkan hal-hal lain yang tidak perlu dan mengingat bahwa takdir tidak akan salah tempat.
Surakarta, 10 April 2019.

Tetap semangat ya pingkan, Ku juga seusiamu dan kebanyakan memang benar aku pusing karena harapan-harapanku sendiri dimasa depan, yg harusnya jadi motivasi malah rasanya jadi beban untukku di masa sekarang. Terimakasih pingkan tulisanmu setidaknya membuatku merasa tenang karena ternyata bukan hanya aku saja yg sedang mengalaminya saat ini
BalasHapusWah terimakasih komentar positifnya, semoga banyak cerita yang bisa aku bagi. Setidaknya agar kita tidak merasa sendirian. Semangat menjadi pribadi lebih baik lagii.
HapusSemangat pingkan, aku juga di masa lagi bingungnya memikirkan masa depan, tapi melangkah maju bukan pilihan melainkan subah keharusan, dimana kita harus menentukan sendiri jalan hidup kita dengan usaha dan tawakal, semangat pingkan, semoga ceritamu dapat menginspirasi banyak orang,
BalasHapusTerimakasih sudah membagi semangat dan pengingat bagi saya terutama, bahwa mau tidak mau saya harus melangkah. semangat untuk anda juga :)
Hapus